Kamis, 05 Januari 2012

Agregate and View

1 . tampilkan seluruh data yang ada pada suatu tabel misalnya:mahasiswa.
2 . masukkan SQL ( SQL Injection)  kedalam SQL shell  yang berisikan
SELECT MIN(dos_nip),MAX(dos_nip),AVG(dos_nip) FROM jadwal;
Hasilnya akan seperti ini :
AVG  : berfungsi menjumlah banyaknya data pada kolom dan membaginya sebanyak itu pula.
MIN : mencari nilai terkecil.
MAX : mencari data yang terbesar.
count : menghitung banyaknya data.

3. Memunculkan data yang lebih dari atau kurang dari X, Misalnya lebih dari 5,
SELECT SUM(jadwal.dos_nip), dosen.d0s_nama from jadwal,dosen where jadwal.dos_nip = dosen.dos_nip Group by jadwal.dos_nip,dosen.dos_nama HAVING SUM(jadwal.dos_nip) >111;
Hasilnya akan seperti ini

4. Cara menampilkan jumlah nama dosen berdasarkan jadwal .
SELECT dosen.dos_nama AS nama, COUNT(*) AS jumlah FROM jadwal,dosen WHERE dosen.dos_nip = jadwal.dos_nip GROUP BY dosen.dos_nama,jadwal ;

5. Menampilkan dosen yang jumlah mahasiswanya paling kecil dan Menampilkan jumlahnya
SELECT COUNT(jadwal.dos_nip) AS jumlah, dosen.dos_nip,dosen.dos_nama FROM dosen,jadwal WHERE jadwal.dos_nip = dosen.dos_nip GROUP BY dossen.dos_nip, jadwal.dos_nip;
6. Menampilkan seperti yang  nomor 3 tadi dengan persyaratan jumlah mahasiswa yang kurang dari 2 saja yang ditampilkan.
SELECT dosen.dos_nama AS nama, COUNT(*) AS jumlah FROM dosen,jadwal WHERE dosen.dos_nip = jadwal.dos_nip GROUP BY dosen.dos_nama,jadwal  HAVING COUNT (*) <2 ;

7. Cara membuat view untuk query penampilan data jadwal, mat_kul dan dosen. yang diAmbil berdasarkan nip dosen, nama dosen kelas,nama mata kuliah,sks,pukul
Create Penjadwalan AS SELECT jadwal.dos_nip,dosen.dos_nama,jadwal.kelas,mat_kul.nama_mk, mat_kul.sks,jadwal.pukul FROM jadwal,dosen,mat_kul WHERE jadwal.dos_nip = dosen.dos_nip and dosen.kode_mk = mat_kul.kode_mk
Setelah Berhasil kita bisa memanggil Tabel View yang tadi dengan cara biasa :
Select * from penjadwalan;



30Nop/110

SQL Agregate and View (laporan)

Tutorial SQL Agregate MIN,MAX,SUM,COUNT,HAVING,GRUP BY
1 . tampilkan seluruh data yang ada pada suatu tabel misalnya :mahasiswa
2 . masukkan SQL ( SQL Injection)  kedalam SQL shell .
SELECT MIN(mhs_nim),MAX(mhs_nim),AVG(mhs_nim) FROM mahasiswa;
Hasilnya akan seperti ini :
AVG  : berfungsi menjumlah banyaknya data pada kolom dan membaginya sebanyak itu pula.
MIN : mencari nilai terkecil.
MAX : mencari data yang terbesar.
count : menghitung banyaknya data.

3. Memunculkan data yang lebih dari atau kurang dari X, Misalnya lebih dari 5,
SELECT SUM(mhs_nim),msh_nama from mahasiswa Group by mhs_nim HAVING SUM(mhs_nim) >5;
Hasilnya akan seperti ini :

4. Cara menampilkan jumlah mahasiswa berdasarkan fakultas .
SELECT fak_nama AS fakultas, COUNT(*) AS jumlah FROM mahasiswa,fakultas WHERE fakultas.fak_kode = Mahasiswa.fak_kode GROUP BY fak_nama ;

5. Menampilkan fakultas yang jumlah mahasiswanya paling kecil dan Menampilkan jumlahnya
SELECT COUNT(mahasiswa.fak_kode) AS jumlah, fak_nama FROM mahasiswa ,fakultas WHERE mahasiswa.fak_kode = fakultas.fak_kode GROUP BY fak_nama;

6. Menampilkan seperti yang  nomor 3 tadi dengan persyaratan jumlah mahasiswa yang lebih dari 2 saja yang ditampilkan.
SELECT fak_nama AS fakultas, COUNT(*) AS jumlah FROM mahasiswa,fakultas WHERE fakultas.fak_kode = Mahasiswa.fak_kode GROUP BY fak_nama  HAVING COUNT (*) >2 ;

7. Cara membuat view untuk query penampilan data mahasiswa, fakultas dan jurusan. yang diAmbil berdasarkan nim, nama mahasiswa, nama fakultas, nama jurusan.
Create Rahasia AS SELECT mhs_nim,msh_nama,jurusan.jur_nama,fakultas.fak_nama,gender,mhs_alamat, FROM mahasiswa,jurusan,fakultas WHERE mahasiswa.jur_kode = jurusan.Jur_kode and mahasiswa.fak_kode = fakultas.fak_kode;
Setelah Berhasil kita bisa memanggil Tabel View yang tadi dengan cara biasa :
Select * from rahasia;

FUNGSI AGGREGATE

FUNGSI AGGREGATE
Antara lain MIN ( ), MAX ( ), COUNT( ), SUM ( ), AVG ( ).
a) MIN ( )
Digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT MIN(saldo) FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause sehingga hanya record(-record) tertentu yang ditelusuri:
SELECT MIN(saldo) FROM rekening
WHERE kode_cabang = ‘BRUS’;
b) MAX ( )
Digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT MAX(saldo) FROM rekening;
Juga bisa dibatasi dengan WHERE clause:
SELECT MAX(saldo) FROM rekening
WHERE kode_cabang = ‘BRUS’;
c) COUNT ( )
Digunakan untuk menghitung banyaknya record.
Contoh:
a. SELECT COUNT(*) FROM nasabah;
b. SELECT COUNT(nama_nasabah) FROM nasabah;
c. SELECT COUNT(alamat_nasabah) FROM nasabah;
Juga bisa dibatasi dengan WHERE clause.
Jika kita ingin menghitung banyaknya record yang unik (tidak ada pengulangan), gunakan DISTINCT:
SELECT COUNT(DISTINCT alamat_nasabah)
FROM nasabah;
select count(sks) as jmlsks from mtkul where sks=4;
d) SUM ( )
Digunakan untuk menjumlahkan nilai-nilai dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT SUM(saldo) FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause:
SELECT SUM(saldo) FROM rekening
WHERE kode_cabang = ‘BRUS’;
e) AVG ( )
Digunakan untuk menghitung rata-rata nilai dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT AVG(saldo) FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause:
SELECT AVG(saldo) FROM rekening
WHERE kode_cabang = ‘BRUS’;
Beberapa aggregate functions bisa digabungkan dalam satu perintah SQL:
– SELECT MIN(saldo), MAX(saldo), AVG(saldo)
FROM rekening;
Bisa menambahkan ekspresi aritmetika:
– SELECT SUM(saldo + 1000) FROM rekening;
– SELECT SUM(saldo) + 1000 FROM rekening;
– SELECT MAX(saldo) - MIN(saldo) FROM rekening;
Bisa menggunakan column alias (AS) untuk membuat tampilan lebih profesional.
GROUP BY
Digunakan untuk mengelompokkan sekumpulan record berdasarkan kolom(-kolom) tertentu.
Contoh:
• SELECT jenis_transaksi FROM transaksi
GROUP BY jenis_transaksi;
• SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
GROUP BY jenis_transaksi, tanggal;
Hasil yang sama bisa didapatkan dengan menggunakan DISTINCT:
• SELECT DISTINCT jenis_transaksi, tanggal
FROM transaksi;
Yang harus diperhatikan ketika menggunakan GROUP BY
• Jika menggunakan GROUP BY, semua field yang ingin ditampilkan dalam SELECT harus tercantum di GROUP BY.
• Contoh yang salah:
– SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
GROUP BY jenis_transaksi;
– SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
GROUP BY tanggal;
• Contoh yang benar:
– SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
GROUP BY jenis_transaksi, tanggal;
HAVING
Merupakan pasangan dari GROUP BY, digunakan untuk membatasi kelompok yang ditampilkan:
• SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
GROUP BY jenis_transaksi, tanggal
HAVING jenis_transaksi = ‘kredit’;
Hasil yang sama bisa didapatkan dengan:
• SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
WHERE jenis_transaksi = ‘kredit’
GROUP BY jenis_transaksi, tanggal;
Yang harus diperhatikan :
• Jika menggunakan HAVING, maka pembatasan dilakukan setelah hasil dikelompokkan dalam GROUP BY.
• Jika menggunakan WHERE, maka pembatasan dilakukan sebelum hasil dikelompokkan dalam GROUP BY.
• Field(-field) yang disebut di HAVING harus ada di GROUP BY, atau berupa aggregate functions.
Contoh implementasi
• Contoh yang salah:
– SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
GROUP BY jenis_transaksi, tanggal
HAVING jumlah = 50000;
• Contoh yang benar:
– SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi
WHERE jumlah = 50000
GROUP BY jenis_transaksi, tanggal;
Penggabungan GROUP BY dengan Aggregate
GROUP BY sangat cocok untuk aggregate functions. Dengan menggunakan GROUP BY, kita bisa mengelompokkan record-record dan menghitung min, max, count, sum, dan avg untuk masing-masing kelompok.
Contoh:
• SELECT kode_cabang, MIN(saldo), MAX(saldo), COUNT(*), SUM(saldo), AVG(saldo)
FROM rekening
GROUP BY kode_cabang;
• Bisa digabungkan dengan tabel join dan ORDER BY:
o SELECT nama_cabang, SUM(saldo)
FROM rekening NATURAL JOIN cabang_bank
GROUP BY nama_cabang
ORDER BY nama_cabang;
• Hasil di atas menampilkan total saldo untuk masing-masing cabang_bank.
• Perintah SQL di bawah menampilkan banyaknya nasabah yang dilayani oleh masing-masing cabang bank:
o SELECT nama_cabang, COUNT(DISTINCT id_nasabah)
FROM cabang_bank NATURAL JOIN rekening NATURAL JOIN nasabah_has_rekening
GROUP BY nama_cabang
ORDER BY nama_cabang;
• Contoh dengan HAVING:
o SELECT kode_cabang, SUM(saldo), COUNT(*)
FROM rekening
GROUP BY kode_cabang
HAVING SUM(saldo) >= 5000000
ORDER BY kode_cabang;
• Karena SUM(saldo) hanya bisa dihitung setelah hasil dikelompokkan dengan GROUP BY, maka kita harus menggunakan HAVING untuk membatasi hasil berdasarkan SUM(saldo) >= 5000000. Kita tidak bisa menggunakan WHERE.

Selasa, 03 Januari 2012

JOIN

Structured Query Language (SQL) Joins digunakan untuk mengambil data dari 2 tabel atau lebih, yang didasarkan pada relasi antara kolom (atribut) tertentu pada tabel tersebut. Tabel-tabel dalam database biasanya selalu memiliki relasi satu sama lain pada atribut kuncinya.
Atribut kunci (primary key) adalah sebuah kolom (atau kombinasi kolom) dengan nilai isian unik (pasti berbeda) pada tiap baris. Tujuan adanya atribut kunci adalah untuk mengikat data bersama, lintas tabel, tanpa perulangan seluruh data di setiap tabel.

Contoh Relasi antar tabel dan jenis SQL Joins

Perhatikan tabel “Personal” berikut ini
P_Id LastName FirstName Address City
1 Cannavaro Fabio Real Madrid 5 Napoli
2 Ribas Diego Werder Bremen 10 Sao Paulo
3 D’Agostino Getano Udinese 11 Udine
Perhatikan kolom “P_Id” adalah primary key pada tabel “Personal”. Hal ini berarti, tidak ada baris yang memiliki P_Id yang sama. P_Id membedakan 2 orang atau lebih, terutama untuk nama yang sama.
Perhatikan tabel “Orderan” :
O_Id OrderNo P_Id
1 77895 3
2 44678 3
3 22456 1
4 24562 1
5 34764 15
Perhatikan bahwa kolom “O_Id” adalah primary key pada tabel “Orderan” dan kolom”P_Id” mengacu ke orang pada tabel “Persons” tanpa menggunakan namanya.
Relasi antara kedua tabel di atas terletak pada kolom “P_Id”.

Jenis SQL Joins

  • JOIN (atau INNER JOIN): Mengambil baris jika terdapat minimal satu kecocokan pada kedua tabel yang dipasangkan
    contoh Query :
    SELECT Personal.LastName, Personal.FirstName, Orderan.OrderNo
    FROM Personal
    INNER JOIN Orderan ON Personal.P_Id=Orderan.P_Id
    ORDER BY Personal.LastName

    Hasil Query:
    LastName FirstName OrderNo
    Cannavaro Fabio 22456
    Cannavaro Fabio 24562
    D’Agostino Getano 77895
    D’Agostino Getano 44678
  • LEFT JOIN: Mengambil seluruh baris di ‘tabel kiri’, meskipun tidak ada kecocokan dengan ‘tabel kanan’
    contoh Query:
    SELECT Personal.LastName, Personal.FirstName, Orderan.OrderNo
    FROM Personal
    LEFT JOIN Orderan ON Personal.P_Id=Orderan.P_Id
    ORDER BY Personal.LastName

    Hasil Query:
    LastName FirstName OrderNo
    Cannavaro Fabio 22456
    Cannavaro Fabio 24562
    D’Agostino Getano 77895
    D’Agostino Getano 44678
    Ribas Diego
  • RIGHT JOIN: Mengambil seluruh baris di ‘tabel kanan’, meskipun tidak ada kecocokan dengan ‘tabel kiri’
    contoh Query:
    SELECT Personal.LastName, Personal.FirstName, Orderan.OrderNo
    FROM Personal
    RIGHT JOIN Orderan ON Personal.P_Id=Orderan.P_Id
    ORDER BY Personal.LastName

    Hasil Query:
    LastName FirstName OrderNo
    Cannavaro Fabio 22456
    Cannavaro Fabio 24562
    D’Agostino Getano 77895
    D’Agostino Getano 44678


    34764
  • FULL JOIN: Mengambil baris jika terdapat kecocokan di satu tabel saja
    contoh Query:
    SELECT Personal.LastName, Personal.FirstName, Orderan.OrderNo
    FROM Personal
    FULL JOIN Orderan ON Personal.P_Id=Orderan.P_Id
    ORDER BY Personal.LastName

    Hasil Query:
    LastName FirstName OrderNo
    Cannavaro Fabio 22456
    Cannavaro Fabio 24562
    D’Agostino Getano 77895
    D’Agostino Getano 44678
    Ribas Diego


    34764

Query

A. TUJUAN
  1. Menjelaskan penggunaan query dengan interface yang disediakan oleh MS Access
  2. Menjelaskan query dengan perintah SQL
B. DASAR TEORI
Definisi Query
Query adalah permintaan yang diberikan oleh user untuk mengambil informasi yang tersimpan dalam database.
Contoh query, misal :
•  Tampilkan data pegawai yang tinggal di kota Surabaya
•  Tampilkan harga barang yang besarnya kurang dari 10000
•  Tampilkan data dosen perempuan yang bekerja di Jurusan Teknologi Informasi
Query pada Microsoft Access
Langkah awal pembuatan query adalah dengan mengklik menu/object Query : Query pada Microsoft Access memiliki tiga bentuk yaitu :
  1. Design view Interface yang disediakan oleh Microsoft Access untuk melakukan query secara cepat dan mudah.
  2. SQL view
    Perintah SQL yang diberikan untuk sebuah query
  3. Datasheet view Hasil tampilan data dari perintah query sesuai definisi dari Design view atau SQL view
Query dengan Perintah SQL
•  Perintah SQL untuk menampilkan data memiliki cara penulisan sebagai berikut : SELECT *|{[DISTINCT] kolom|ekspresi [alias],…} FROM tabel
•  SELECT artinya memilih kolom atau field mana yang akan ditampilkan
•  Dapat berupa list kolom, suatu persamaan (operasi aritmatika), fungsi, obyek tertentu
•  Dapat diberikan alias (nama lain) pada masing-masing list
•  FROM menunjukkan nama Tabel yang akan ditampilkan Berikut contoh query dan perintah SQL untuk penyelesaiannya :
  1. Query : Tampilkan semua kolom yang ada pada table pegawai
    SELECT * FROM pegawai;
  2. Query : Tampilkan kode buku dan judulnya
    SELECT kodebuku, judul FROM buku;
Query dengan Kondisi
Jika suatu query melibatkan suatu kondisi tertentu, , maka definisi dari penulisan query ditambah dengan klausa WHERE yaitu : SELECT *|{[DISTINCT] kolom|ekspresi [alias],…} FROM tableWH ERE kondisi; Berikut contoh query dengan kondisi :
  1. Query : Tampilkan nama pegawai yang bekerja pada jurusan ‘IT'
    SELECT nama
    FROM pegawai
    WHERE jurusan='IT';
  2. Query : Tampilkan data pegawai yang gajinya lebih dari 500000
    SELECT *
    FROM pegawai
    WHERE gaji>500000;
Query dengan Informasi yang berasal dari dua table atau lebih
Jika suatu query mengambil informasi yang berasal dari dua table atau lebih, maka tabel-tabel yang terlibat dalam query harus direlasikan. Relasi antar table dinyatakan dalam klausa WHERE. Jadi klausa WHERE selain digunakan untuk menyatakan suatu kondisi yang harus dipenuhi juga digunakan untuk menyatakan relasi antar table.
Contoh query dengan informasi dari dua table atau lebih : table pegawai memiliki struktur sebagai berikut : PEGAWAI(NIP, Nama, Alamat, Nomer_dept) table departemen memiliki struktur sebagai berikut : DEPARTEMEN(Nomer_dept, Nama_dept) Nomer_dept pada table PEGAWAI berelasi dengan Nomer_dept yang ada pada table DEPARTEMEN. Jadi Nomer_dept pada table pegawai merupakan foreign key karena berelasi dengan Nomer_dept yang merupakan primary key di table lain yaitu table DEPARTEMEN. Jika Query dinyatakan sebagai berikut : Tampilkan nama pegawai dan nama departemen tempat pegawai bekerja. Maka, perintah SQL untuk query tersebut adalah : SELECT P.Nama, D.Nama_dept FROM PEGAWAI P, DEPARTEMEN D WHERE P.Nomer_dept=D.Nomer_dept; Nama table PEGAWAI diatas diberi alias P, dan nama table DEPARTEMEN diberi alias D.
C. TUGAS PENDAHULUAN
•  Buat table master Pegawai sebagai berikut :
•  Dan entri data-datanya sebagai berikut :
•  Buat table Kerja sebagai berikut :
•  Dan entri data-datanya sebagai berikut :
•  Relasikan ke dua tabel diatas yaitu table Pegawai dan table Kerja.
•  Informasi relasi yang disajikan siapa saja nama pegawai yang bekerja, gaji pokoknya berapa, jumlah jam lemburnya
•  Tampilkan hasil query dengan criteria, bagi pegawai yang jam lemburnya lebih dari 10 jam.




D. PERCOBAAN
Membuat Query
•  Buka object/menu Query seperti sebagai berikut :
•  Pilih Create Query in design, maka akan muncul dialog memilih tabel seperti dibawah ini :
•  Buka table Anggota, kemudian table Pinjam, dan table buku, maka akan muncul relasi table-table tersebut sebagai berikut :
•  Lalu tentukan informasi yang akan ditampilkan, pilih Field pada table yang berisi informasinya, seperti sebagai berikut :
•  Menyimpan Query : Pilih File dan klik Save, lalu beri nama QueryPerpus
•  Menjalankan hasil Query , Pilih menu Query dan pilih Run, maka akan muncul hasil query relasi antar table sebagai berikut :
•  Bila ingin ingin menyajikan hasil queri dengan memberikan criteria, missalnya yang pinjam anggota dengan KodeAnggota 01 maka pada Criteria isi dengan =”01” bila sebagai criteria berupa data teks, harus diapit tanda “”, bila numeric tanpa tanda “”,bila ingin menyajikan data peminjam yang meminjamnya mulai tanggal 20/2/2006 maka pada Criteria tanggal isi dengan >#20/2/2006#, nampak seperti dibawah ini :






Query dengan perintah SQL
Lakukan percobaan berikut ini untuk membuat query dengan perintah SQL :
•  Buka database Penjualan
•  Pilih menu/object Query, kemudian klik dua kali Create Query by Design View.
•  Kemudian pilih menu View -> SQL View dan ketikkan perintah SQL berikut untuk setiap query yang diberikan, dan pelajari hasilnya.
  1. Query : Tampilkan nomer pelanggan dan nama pelanggan
    Perintah SQL :
    SELECT NomerPlg, NamaPlg
    FROM PELANGGAN;
  2. Query : Tampilkan nomer Order dan Nama pelanggan yang melakukan transaksi order pembelian barang tersebut. Perintah SQL : SELECT NomerOrder, NamaPlg FROM ORDER O, PELANGGAN P WHERE O.NomerPlg=P.NomerPlg;
  3. Query :Tampilkan nomer Order yang membeli barang dengan nama ‘Pensil' SELECT NomerOrder, NamaBrg FROM DETAIL_ORDER D, BARANG B WHERE D.NomerBrg=B.NomerBrg AND NamaBrg='Pensil';
E. LAPORAN RESMI
  1. Pelajari Database Penjualan. Kemudian kerjakan query berikut ini dengan menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Microsoft Access.
    1. Tampilkan nomer order, tanggal order, dan nama barang yang dibeli
    2. Tampilkan nomer order, nomer barang dan harga dari barang tersebut untuk yang harganya lebih dari 1500
    3. Tampilkan nomer order, nama pelanggan dan tanggal pembelian untuk yang tanggal pembeliannya lebih dari 21/1/1999
    4. Tampilkan nomer order, nama pelanggan, dan semua item nama barang yang dibelinya
  2. Untuk query yang ada pada soal nomer 2, berikan perintah SQL-nya.

Pemrograman Database Dengan Perintah SQL

Structured Query Language (SQL) adalah bahasa standard untuk melakukan berbagai operasi data  pada database, diantaranya mendefinisikan tabel, menampilkan data dengan kriteria tertentu, menambahkan data hingga menghapus data tertentu. Penggunaan SQL pada beberapa bahasa pemrograman secara umum relatif sama. Berikut akan dijelaskan beberapa perintah SQL yang sering digunakan dalam operasi pemrograman database.
1. SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan data.
Bentuk Umum:
SELECT *|<nama_field> FROM <nama_tabel> [WHERE <syarat>] [ORDER
BY <nama_field> DESC|ASC]

Klausa WHERE digunakan untuk membatasi data yang akan ditampilkan dengan menambahkan syarat tertentu pada data yang ingin ditampilkan. Klausa ORDER BY digunakan untuk menampilkan data dengan urutan menaik (ASC) atau urutan menurun (DESC).
Contoh :

‘menampilkan seluruh data dosen
SELECT * FROM Dosen


‘menampilkan kode dosen dan nama dosen dari data dosen
SELECT Kode_Dos, Nama_Dos FROM Dosen


‘menampilkan data dosen diurutkan berdasarkan nama secara menaik
SELECT * FROM Dosen ORDER BY Nama_Dos ASC

‘menampilkan data dosen yang namanya diawali huruf M
SELECT * FROM Dosen Where Nama_Dos Like ‘M%’

2. INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan data kedalam tabel.
Bentuk Umum:
INSERT INTO <nama_tabel> VALUES (<data_field1>,<data_field2>,…winking
Contoh :
‘menambahkan data dosen baru
INSERT INTO Dosen VALUES (‘D05’,’Fatah Adi’,’Jl.Solo 100’,’799811’)
3. UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah data pada suatu tabel dengan kriteria
tertentu
Bentuk Umum:
UPDATE <nama_tabel> SET <field1>=<data1>, <field2>=<data2>,… [WHERE
<syarat>]

Contoh :
‘ mengubah data nama dosen dengan Kode Dosen ‘D05’ menjadi ‘Fatah Ali’
UPDATE Dosen SET Nama_Dos=’Fatah Ali’ WHERE Kode_Dos=’D05’
4. DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus data yang memenuhi kriteria
tertentu.
Bentuk Umum:
DELETE FROM <nama_tabel> [WHERE <syarat>]
Contoh :
‘menghapus data dosen dengan nama ‘Fatah Ali’
DELETE FROM Dosen WHERE Nama_Dos=’Fatah Ali’
‘menghapus seluruh data dalam tabel
DELETE FROM Dosen
oleh : Kunto Wicaksono

Pengenalan Perintah SQL

Pengenalan Perintah SQL
Structure Query Language (SQL) merupakan bahasa standar yang ditetapkan
oleh American National Standars Institute (ANSI) untuk mengakses dan
memanipulasi data pada Database Relational. Karena sifatnya standar maka
setiap software RDMS harus menerapkan bahasa SQL dengan diperbolehkan
untuk mengembangkan atau menyertakan perintah-perintah yang non standar.
Bila di lihat dari fungsinya perintah SQL terbagi dalam lima kelompok,
1. Query
2. DML (Data Manipulation Language)
3. DDL (Data Definition Language)
4. DCL (Data Control Language)
5. TCL (Transaction Control Language)
A. Query
Perintah yang digunakan untuk menampilkan data dari database,. perintah yang
digunakan adalah SELECT
B. DML
Perintah yang digunakan untuk manipulasi data seperti menambah, mengedit,
menghapus data. Perintah yang digunakan INSERT, DELETE, UPDATE, MERGE
C. DDL
Perintah yang digunakan untuk mendefiniskan struktur Objek database seperti
membuat tabel, mengubah struktur tabel, menghapus tabel. Perintah yang
digunakan CREATE, ALTER, DROP, TRUNCATE, RENAME
D. DCL
Perintah yang digunakan untuk mengatur perijinan akses terhadap database.
Perintah yang digunakan GRANT,REVOKE
E. TCL
Perintah yang digunakan untuk menentukan suatu transaksi diterapkan secara
permanen atau dibatalkan. Perintah yang digunakan
COMMIT,ROLLBACK,SAVEPOINT
Perpustakaan KampoengTI | http://kampoengti.com/perpus
Aturan yang berlaku pada penulisan perintah SQL
1. Perintah dapat ditulis dalam huruf besar maupun kecil
2. Setiap perintah diakhiri dengan tanda titik koma “ ; “
3. Perintah dapat ditulis satu atau beberapa baris untuk memberikan
komentar pada perintah SQL. Gunakan tanda minus “ - - “ untuk
komentar 1 baris, atau di antara tanda “ \* “ dan “ *\ “ untuk komentar
beberapa baris.
I. Perintah Dasar SQL dengan Fungsinya
 Perintah SELECT
Berfungsi untuk menampilkan data dari tabel, sintak dasarnya seperti berikut :
SELECT namakolom, namakolom,… FROM namatabel WHERE kriteria;
Contoh :
a. SELECT nis,nama,kelas FROM siswa;
b. SELECT * FROM siswa;
c. SELECT nis,nama,kelas FROM siswa WHERE kelas = ‘3C’;
d. SELECT * FROM siswa WHERE nama like ‘AN%’ ORDER BY nama ASC;
Keterangan :
1) Perintah WHERE merupakan Optional tidak harus disertakan seperti
SELECT dan FROM.
2) Contoh ‘a’ menampilkan semua informasi nis,nama,kelas dari data siswa.
3) Contoh ‘b’ menampilkan semua data siswa.
4) Contoh ‘c’ menampilkan semua informasi nis,nama,kelas dari data siswa
kelas 3C
5) Contoh ‘d’ menampilkan semua data siswa yang namanya diawali dengan
“AN” dan diurutkan berdasarkan nama secara Ascending.
 Perintah INSERT
Berfungsi untuk menambah informasi/data baru kedalam tabel. Sintak dasarnya
seperti berikut :
INSERT INTO namatabel (kolom) VALUES (value);
Contoh :
a. INSERT INTO siswa (nis,nama,kelas) VALUES (‘103099981’,’AIDA
AGUSTINA’,’3C’);
atau
b. INSERT INTO siswa VALUES (‘103099981’,’AIDA AGUSTINA’,’3C’);
 Perintah DELETE
Berfungsi untuk menghapus informasi/data pada tabel. Sintaknya sebagai berikut :
DELETE FROM namatabel WHERE keriteria;
Contoh :
DELETE FROM siswa WHERE nama = ‘AIDA AGUSTINA’;
Keterangan :
Menghapus data siswa yang memiliki nama “AIDA AGUSTINA”
 Perintah UPDATE
Berfungsi untuk memperbaiki informasi/data pada tabel. Sintaknya sebagai
berikut:
UPDATE namatabel SET namakolom=value WHERE keriteria;
Contoh :
UPDATE siswa SET nama=’HERDI’ WHERE nis=’10309965’;
Keterangan :
Perpustakaan KampoengTI | http://kampoengti.com/perpus
Mengganti nama menjadi “HERDI” untuk siswa yang mempunya nis
“10309965”
II. Perintah SQL Lainnya
Membuat Database
CREATE DATABASE namadatabase;
Contoh : create database sekolah;
Ket : Membuat dabase baru dengan nama sekolah
Menghapus Database
DROP DATABASE namadatabase;
Contoh : drop database sekolah;
Ket : Menghapus database sekolah
Membuat Tabel
CREATE TABLE namatabel (namakolom typekolom(size),namakolom
typekolom(size),…);
Contoh : create table siswa (nis varchar(15),nama varchar(35),kelas int(3));
Ket : Membuat tabel baru dengan nama siswa yang terdiri dari 3 fields/kolom.
Kolom nis bertype string, kolom nama bertype string dan kelas bertype integer.
Mengapus Tabel
DROP TABLE namatabel;
Contoh : drop table siswa;
Ket : Menghapus tabel siswa
Mengganti Nama Tabel
RENAME namtabelyangdiganti TO namatabelbaru;
Contoh : rename siswa to mahasiswa;
Ket : Mengubah tabel siswa menjadi mahasiswa
Menambah Kolom/Field
ALTER TABLE namatabel ADD namakolom typekolom(size);
Contoh : alter table siswa add alamat varchar(50);
Ket : Menambahkan kolom baru dengan nama alamat bertype string panjang 50
karakter.
Mengganti Nama Kolom/Field
ALTER TABLE namatabel CHANGE namakolomyangdiganti namakolombaru
typekolom(size);
Contoh : alter table siswa change alamat alamat_rumah varchar(50);
Ket : Mengubah kolom alamat menjadi alamat_rumah bertype string dengan
panjang 50 karakter.
Perpustakaan KampoengTI | http://kampoengti.com/perpus
Mengganti Type atau Size Kolom/Field
ALTER TABLE namatabel MODIFY namakolom typekolom(size);
Contoh : alter table siswa modify nama varchar(40);
Ket : Mengubah panjang karakter nama dari tabel siswa menjadi 40 karakter.
Menghapus Kolom/Field
ALTER TABLE namatabel DROP namakolom;
Contoh : alter table siswa drop alamat_rumah;
Ket : Menghapus Kolom alamat_rumah dari tabel siswa.
Oleh : Rahmatul Hidayat
Email : rahmatul.hidayat@gmail.com

Structured Query Language ( SQL )

Banyak perintah dan fungsi SQL yang dapat digunakan untuk mendefenisikan maupun memanipulasi database. Suatu rangkaian aktivitas yang berhubungan dengan pemulihan dan pengoptimalan perintah query di dalam database pada SQL dapat dituliskan fasilitas yang memiliki antarmuka grafis yaitu Query Analyzer. Beberapa aktivitas yang dimaksud, antara lain :

  • Melakukan query pada databese SQL dengan menggunakan perintah-perintah SQL untuk melihat teks atau grid.
  • Melihat representasi grafik dari langkah-langkah untuk mengakses query
  • Melakukan analisa kinerja indeks
  • Menjalankan skrip Transact SQL dari prosedur tersimpan.
Secara umum perintah-perintah pada SQL dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. DDL (Data Definition Language)
DDL merupakan bagian dari SQL yang digunakan untuk mendefenisikan data dan proyek database. Perintah digunakan untuk mendefenisikan suatu proyek, yaitu membuat, mengubah, menghapus dan memberikan izin.
Beberapa perintah pada SQL yang temasuk DDL, seperti :

Create Table
untuk Membuat Tabel
Create Index untuk Membuat Index
Create View untuknMembuat View
Alter Table untuk Mengubah atau menyisipkan ke dalam tabel
Drop Table untuk Menghapus Tabel
Drop Index untuk Menghapus Index
Drop View untuk Menghapus View
Grant untuk Memberi izin akses kepada user

2. DML (Data Manipulation Language)
DML merupakan bagian dari SQL yang digunakan untuk memanipulasi data. Perintah-perintah ini bertugas untuk melakukan query dan perubahan yg dilakukan dalam suatu tabel
Beberapa perintah SQL yang termasuk DML, Seperti :

Select diigunakan untuk memilih data dari suatu tabel atau view
Insert digunakan untuk Menyisipkan baris dari suatu tabel
Delete digunakan untuk Menghapus baris dari suatu tabel
UpDate digunakan untuk Mengubah isi dari kolom (field) pada suatu tabel
Commit digunakan untuk Menuliskan perubahan ke dalam disk
Rollback dingunakan untuk Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah Commit yang berakhir.

Oleh : Janner Simarmata
          Imam Paryudi